Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sepi

Sepi
Kosong
Hampa
Asaku menyeru
Hanya gaung keheningan yang menyahut
Tak kuasa aku berteriak dalam hampa
Pilu terasa kala tiada erangan mengikut
Sia-sia raungku bergema

Hei kau!
Pembuat sepi malamku
Pencipta kosong ragaku
Penghadir hampa hidupku
Cobalah berhenti sejenak dan perhatikan
Sayup-sayup kelelahan aku memanggilmu
Tak dapatkah kau dengar?
Erangan pilu kesepian menyerbu
Pedulikah kau?

Sudahkah Kau Sampai Tujuan?

Pagi ini terasa sepi
Tak terlihat bayangmu menyapa mimpi
Bukan maksudku mengharap kau disini
Namun memang, hanya kamu yang sanggup redakan gundah di hati
Tak kuasa aku berharap, lalu tak mendapat sekedar jawab

Ingin kuteriak AAAAAARRRGGHHH!!!
Apakah hadirku sekedar SAMPAH??!!
Berbagai gundah tak terjawab
Bergerak ku pelan agar tak jatuh terjerembap

Kurindu dan selalu merindu, satu yang kuingin slalu
Hadirmu, ya kamu!!
Berjalan di sisiku
Melewati hari, menantang mimpi
Sampai asaku tak kuasa ingin berlari

Hei kawan, sudahkah kau sampai tujuan?

Tlah kita tinggalkan belenggu di belakang
Untuk berlari menerjang alang-alang
Menyibak belukar, singkirkan duri
Betapa berharganya perjalanan ini
Ya, bersamamu, hanya bersamamu kawan

Sudahkah kau sampai tujuan?

Merintih ku menangis menggapai bayang
Kukejar jejakmu menghilang di awan
HEI TUNGGU!! asaku menyeru
JANGAN TINGGALKAN AKU!! ragaku menderu

Kawan, sudahkah kau sampai tujuan?

Pernahkah kau teringat, kita mengejar tujuan yang sama
Lalu mengapa kau berlari mendahului kesana?
Kau tahu aku tak sekuat dan setangguh dirimu
Lalu mengapa kau meninggalkan aku?
Merintih ku menangis menggapai dirimu
Jejakmu hilang, terhapus debu

Sudahkah kau sampai tujuan?

Fatamorgana

apakah yang kulihat ada?
apakah yang kudengar nyata?
apakah yang kuraba terasa?

ataukah yang kulihat bayang
yang kudengar terasa bimbang
yang kuraba tak terkenang?

apakah oasis itu terlihat?
ataukah hanya fatamorgana pengalih hati yang penat?

Ratri Avisa

Jangan

Jangan lagi gundah
Jangan lagi gelisah

Jangan lagi bergemuruh
Meski serasa luluh

Jatuh
Runtuh
Keluh
Rapuh

Tak tahu selama yang ditempuh
Tapi hati seakan terbunuh

Ah!
Lagi-lagi sampah!
Tak tahukah kini ku lelah?

Jangan merana
Karna kan bahagia

Jangan mencela
Karna kan dihina

Jangan bahagia!
Jika tak bersama...

Oleh : Ratri Avisa

Sungguh-sungguh, Jujur, Peduli

Jika tak Sungguh-sungguh
tak usah kerjakan

Jika tak Jujur
tak usah kerjakan

Jika tak Peduli
tak usah kerjakan